Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan
7 cara menembus nawala project
Posted by Kabul Wahyudi
on
Senin, 01 April 2013
, under
Komputer
|
komentar (7)
berikut ini ada 7 cara membuka situs yang diblokir telkom,
nawala, dan pihak-pihak lainnya.
1. Cara membuka situs yang diblokir dengan mengganti DNS
Cara yang menurut saya paling ampuh untuk mengakses situs yang diblokir adalah dengan mengganti DNS anda menjadi public DNS. Berikut ini adalah cara mengakses situs yang diblokir dengan mengganti DNS :
- Buka Control Panel >> Network and Internet >> Network and Sharing Center
- Pilih Local Area Connection >> Properties >> Internet Protocol Version 4 >> Properties
- Isikan detail DNS Google berikut ini di setting DNS anda
Preferred DNS Server : 8.8.8.8
Alternate DNS Server : 8.8.4.4
2. Cara membuka situs yang diblokir dengan memakai fitur Turbo pada browser Opera
Browser Opera saat ini dilengkapi dengan fitur Opera Turbo. Tujuan aslinya adalah untuk mempercepat proses browsing dengan cara mengcompress file situs tersebut di server milik opera. Namun kita bisa memanfaatkannya untuk masuk di situs yang diblokir. Berikut ini adalah cara mengaktifkan fitur Opera Turbo :
- Buka browser Opera anda
- Di toolbar bawah sebelah kiri, klik logo speedometer.
- Pilih Enable Opera Turbo
3. Cara mengakses situs yang diblokir dengan menggunakan alamat IP situs
Jika sebuah situs diblokir nama domainnya, maka anda bisa membukanya dengan menggunakan alamat IP situs tersebut. Misalkan saja www.pusatgratis.com diblokir domainnya, maka anda bisa mengakses pusatgratis dengan cara berikut ini :
- Lihat IP www.pusatgratis.com dengan cara buka Start >> Run >> ketik CMD >> tekan Enter >> ketik ping www.pusatgratis.com >> tekan Enter
- Ketikkan IP tersebut di browser dan tekan Enter untuk mengaksesnya.
4. Cara mengakses situs yang diblokir dengan menggunakan proxy
Untuk mendapatkan akses ke situs yang diblokir, anda juga bisa menggunakan proxy. Untuk menggunakan trik ini, sebaiknya anda memakai browser Mozilla Firefox.
- Cari daftar proxy gratis yang bisa anda gunakan. Saya biasa mencarinya disini
- Di browser Mozilla Firefox anda, pilih Tools >> Options >> Advanced >> Network
- Pada bagian Connection, pilih Settings.
- Isikan detail proxy yang anda pilih dari proxy list.
- Klik OK
5. Cara membuka situs yang diblokir dengan Web Proxy
Web Proxy juga bisa anda manfaatkan untuk bisa mengatasi situs yang diblokir. Caranya cukup masukkan URL di Web Proxy favorit anda. Web Proxy yang biasa saya gunakan adalah bingproxy.appspot.com
6. Membuka situs yang diblokir menggunakan cache (tembolok) search engine
Baik Google atau Yahoo selalu menyimpan cache di tiap situs yang mereka index. Anda bisa memanfaatkannya untuk membuka situs favorit anda yang diblokir telkom dan pihak-pihak lainnya.
7. (Cara paling mudah menurut ane)Mengakses situs yang diblokir dengan memanfaatkan translator online misalnya Google Translate
Ya..anda bisa memanfaatkan translator online untuk membuka situs yang diblokir. Caranya cukup masukkan URL di form translate kemudian translate dengan tanpa mengubah bahasa. Beberapa translator online yang bisa anda gunakan antara lain :
Google translate
Selanjutnya saya akan menjelaskan cara membuka situs yang di blokir melalaui google translate.
1. Silahkan kunjungi http://www.translate.google.com
2. Pilihlah aturan bahasa yang ingin anda artikan.
3. Pada form yang telah disediakan silahkan isi dengan link situs yang ingin anda buka.
4. Silahkan klik link yang muncul, dan lihatlah situs yang terblokir tadi sudah bisa anda akses melalui google translate.
Mengganti DNS dengan public DNS (cara 1) adalah cara paling praktis dan paling ampuh untuk membuka situs yang diblokir tapi tetep yang paling mudah adalah cara nomor 7 dengan Google Translate.
Sebenarnya masih ada cara lain seperti menggunakan web proxy, dll. Namun cara tersebut tidak saya masukkan karena browsing menggunakan web proxy memerlukan kesabaran ekstra (loading lemot, halaman yang di load tidak sempurna, dll)
Kini anda sudah tahu cara membuka situs yang diblokir telkom, nawala, aha, dan pihak-pihak lainnya. Jika anda memiliki cara lain selain ketujuh cara diatas, anda bisa membagikannya melalui form komentar dibawah ini. Semoga bermanfaat
1. Cara membuka situs yang diblokir dengan mengganti DNS
Cara yang menurut saya paling ampuh untuk mengakses situs yang diblokir adalah dengan mengganti DNS anda menjadi public DNS. Berikut ini adalah cara mengakses situs yang diblokir dengan mengganti DNS :
- Buka Control Panel >> Network and Internet >> Network and Sharing Center
- Pilih Local Area Connection >> Properties >> Internet Protocol Version 4 >> Properties
- Isikan detail DNS Google berikut ini di setting DNS anda
Preferred DNS Server : 8.8.8.8
Alternate DNS Server : 8.8.4.4
2. Cara membuka situs yang diblokir dengan memakai fitur Turbo pada browser Opera
Browser Opera saat ini dilengkapi dengan fitur Opera Turbo. Tujuan aslinya adalah untuk mempercepat proses browsing dengan cara mengcompress file situs tersebut di server milik opera. Namun kita bisa memanfaatkannya untuk masuk di situs yang diblokir. Berikut ini adalah cara mengaktifkan fitur Opera Turbo :
- Buka browser Opera anda
- Di toolbar bawah sebelah kiri, klik logo speedometer.
- Pilih Enable Opera Turbo
3. Cara mengakses situs yang diblokir dengan menggunakan alamat IP situs
Jika sebuah situs diblokir nama domainnya, maka anda bisa membukanya dengan menggunakan alamat IP situs tersebut. Misalkan saja www.pusatgratis.com diblokir domainnya, maka anda bisa mengakses pusatgratis dengan cara berikut ini :
- Lihat IP www.pusatgratis.com dengan cara buka Start >> Run >> ketik CMD >> tekan Enter >> ketik ping www.pusatgratis.com >> tekan Enter
- Ketikkan IP tersebut di browser dan tekan Enter untuk mengaksesnya.
4. Cara mengakses situs yang diblokir dengan menggunakan proxy
Untuk mendapatkan akses ke situs yang diblokir, anda juga bisa menggunakan proxy. Untuk menggunakan trik ini, sebaiknya anda memakai browser Mozilla Firefox.
- Cari daftar proxy gratis yang bisa anda gunakan. Saya biasa mencarinya disini
- Di browser Mozilla Firefox anda, pilih Tools >> Options >> Advanced >> Network
- Pada bagian Connection, pilih Settings.
- Isikan detail proxy yang anda pilih dari proxy list.
- Klik OK
5. Cara membuka situs yang diblokir dengan Web Proxy
Web Proxy juga bisa anda manfaatkan untuk bisa mengatasi situs yang diblokir. Caranya cukup masukkan URL di Web Proxy favorit anda. Web Proxy yang biasa saya gunakan adalah bingproxy.appspot.com
6. Membuka situs yang diblokir menggunakan cache (tembolok) search engine
Baik Google atau Yahoo selalu menyimpan cache di tiap situs yang mereka index. Anda bisa memanfaatkannya untuk membuka situs favorit anda yang diblokir telkom dan pihak-pihak lainnya.
7. (Cara paling mudah menurut ane)Mengakses situs yang diblokir dengan memanfaatkan translator online misalnya Google Translate
Ya..anda bisa memanfaatkan translator online untuk membuka situs yang diblokir. Caranya cukup masukkan URL di form translate kemudian translate dengan tanpa mengubah bahasa. Beberapa translator online yang bisa anda gunakan antara lain :
Google translate
Selanjutnya saya akan menjelaskan cara membuka situs yang di blokir melalaui google translate.
1. Silahkan kunjungi http://www.translate.google.com
2. Pilihlah aturan bahasa yang ingin anda artikan.
3. Pada form yang telah disediakan silahkan isi dengan link situs yang ingin anda buka.
4. Silahkan klik link yang muncul, dan lihatlah situs yang terblokir tadi sudah bisa anda akses melalui google translate.
Mengganti DNS dengan public DNS (cara 1) adalah cara paling praktis dan paling ampuh untuk membuka situs yang diblokir tapi tetep yang paling mudah adalah cara nomor 7 dengan Google Translate.
Sebenarnya masih ada cara lain seperti menggunakan web proxy, dll. Namun cara tersebut tidak saya masukkan karena browsing menggunakan web proxy memerlukan kesabaran ekstra (loading lemot, halaman yang di load tidak sempurna, dll)
Kini anda sudah tahu cara membuka situs yang diblokir telkom, nawala, aha, dan pihak-pihak lainnya. Jika anda memiliki cara lain selain ketujuh cara diatas, anda bisa membagikannya melalui form komentar dibawah ini. Semoga bermanfaat
Dasar Pemrograman Android (part 1: Hello Droid)
Posted by Kabul Wahyudi
on
Sabtu, 22 Desember 2012
, under
Komputer
|
komentar (0)
Sudah kenalan sama Android kan? Ok,
kalo begitu kita bisa mulai melakukan pendekatan dengan Android. Karena tanpa
pendekatan, kita tidak akan bisa mencintai Android sepenuh hati. hehehehe
Pendekatan yang saya maksud adalah
mencoba membuat program paling dasar di Android. Yaitu menampilkan karakter
Hello Droid. Biasanya para programmer selalu mencoba menampilkan karakter Hello
World! setiap kali mereka mencoba suatu bahasa pemrograman yang baru mereka
kenal. Tapi saya mencoba menggantinya dengan Hello Droid (biz udah bosen sama
Hello world, hehehehe).
Oke, pertama-tama jalankan aplikasi
Eclipse. Lalu pilih menu File –> New –> Project. Maka akan muncul window
New Project, pilih Android –> Android Project –> Next. Selanjutnya isikan
field Project Name dengan HelloDroid (bisa diganti, ingat jangan ada spasi).
Isikan Application Name dengan Hello Droid (bisa diganti), Package Name dengan
com.example.hellodroid (bisa diganti namun ikuti aturan penulisan package
seperti pada java) dan CreateActivity dengan HelloDroid (bisa diganti tapi
tetap tanpa spasi). Pada Build Target pilih platform yang akan digunakan (misal
1.6) lalu klik Finish.
Setelah itu kita bisa masuk ke penulisan
kode sumber (source code). Expand project HelloDroid –> src –>
com.example.hellodroid. Di sana bisa kita temukan file HelloDroid.java, klik
dua kali agar kita bisa mengeditnya pada lembar kerja Eclipse. Ganti penulisan
source code HelloDroid.java menjadi seperti di bawah ini:
package com.example.hellodroid;
public class HelloWorld extends Activity {
/** Called when the activity is first created. */
@Override
public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
TextView tv=new TextView(this);
tv.setText("Hello, Droid!");
setContentView(tv);
}
}
Belajar Bilangan Biner
Posted by Kabul Wahyudi
on
Selasa, 27 November 2012
, under
Komputer
|
komentar (1)
|
|
Pada
dasarnya, komputer baru bisa bekerja kalau ada aliran listrik yang mengalir
didalamnya. Aliran listrik yang mengalir ternyata memiliki dua kondisi, yaitu
kondisi ON yang berarti ada arus listrik, dan kondisi OFF yang berarti tidak
ada arus listrik. Berdasar hal tersebut kemudian dibuat perjanjian, bahwa
kondisi ON diberi lambang 1 (angka satu), dan kondisi OFF
diberi lambang 0 (angka nol).
|
|
|
Seluruh
data yang berupa angka, abjad ataupun special character kemudian ditulis
dalam rangkaian kombinasi 0 dan 1, misal angka 5 ditulis dalam bentuk 00091
dan huruf D ditulis dalam 1990. Pabrik komputer membuat seluruh terjemahan
ini dalam bentuk rangkaian elektronik yang tersimpan didalamnya.
|
|
|
Dengan
demikian, seandainya kita kemudian memasukkan tulisan yang berbunyi: I LOVE
YOU melalui keyboard, tulisan ini secara otomatis akan diterjemahakan kedalam
bentuk 1 dan 0 oleh komputer.
|
|
|
Agar
bisa dibaca oleh manusia, hasil terjemahan ini kemudian diterjemahkan kembali
kedalam bentuk dan huruf ataupun angka seperti asalnya, dan kemudian
dikeluarkan melalui layar monitor.
|
|
|
Karena
hanya memiliki 2 angka dasar, yaitu 0 dan 1, maka sistem bilangan semacam ini
kemudian dikenal sebagai sistem bilangan biner (binary number). Untuk
perbandingan, sistem bilangan yang telah kita kenal disebut sebagai sistem
bilangan desimal; Disebut desimal karena memiliki angka dasar yang berjumlah
9, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.
|
|
|
a.
Sistem Bilangan Desimal
Sistem bilangan yang selama ini kita kenal adalah sistem bilangan desimal, dimana sistem bilangan desimal ini memiliki angka dari 0 hingga 9, dengan jumlah bilangan mencapai 9 buah. Dalam contoh terlihat, bahwa angka 3675 bisa diartikan sebagai (5X91) + (7X91) + (6X92) + (3X93). Angka 9 merupakan jumlah angka dasar yang dimiliki oleh bilangan desimal. |
|
|
b.
Sistem Bilangan Binary
Karena sistem bilangan binary hanya memiliki angka 0 dan 1 saja, maka nilai 199 dalam bilangan biner dapat diartikan sebagai: (0X20) + (1X21) + (0X22) + (1X23) + (1X24) = 26. Angka 2 merupakan jumlah angka dasar yang dimiliki oleh bilangan biner |
|
|
Untuk
mengkonversikan bilangan desimal ke-binary, maka langkah yang bisa dilakukan
adalah: a. Apabila bilangan tersebut bisa dibagi dengan 2, maka hasilnya
ditulis 0 pada sisi sebelah kanan (lihat gambar disebelah). Tetapi apabila
tidak, maka angka 1 yang ditulis.
|
|
|
Untuk
melakukan penambahan pada bilangan binary, langkah yang dilakukan adalah sama
dengan langkah penambahan pada bilangan desimal. Karena angka tertinggi yang
dimiliki hanyalah angka 1, maka seandainya pada penjumlahan tersebut
mehasilkan angka 2, maka akan ditulis 0 dengan catatan masih menyimpan 1.
Seandainya pada penjumlahan menghasilkan angka 3, maka akan ditulis 1 dan
masih menyimpan 1 (lihat contoh).
|
|
|
Apabila
dalam melakukan pengurangan ternyata angka yang dimiliki masih kurang
nilainya, maka bisa diambil langkah dengan cara meminjam angka yang berada
disebelah kiri. 1 angka apabila dipinjam/dipindah keposisi kanan, akan
mempunyai nilai 2 (lihat contoh).
|
|
|
Langkah
yang dilakukan pada saat perkalian pada bilangan binary juga sama dengan
langkah yang dilakukan pada bilangan desimal. Hal ini bisa dilihat pada
contoh yang ada.
|
|
|
Prinsip
pembagian pada bilangan binary juga tidak berbeda dengan prinsip pembagian
pada bilangan desimal. Hal ni bisa terlihat pada contoh yang ada.
|
|
|
c.
Sistem Bilangan Octal dan Hexadesimal
Selain menggunakan sistem binary, komputer juga menggunakan sistem bilangan octal, dimana mempunyai jumlah bilangan dasar sebanyak 8 dan sistem bilangan hexa-desimal yang mempunyai bilangan dasar sejumlah 16. Susunan angka yang dimiliki kedua bilangan, seperti yang nampak pada gambar. |
|
|
Walaupun
demikian, komputer tetap bekerja dengan menggunakan sistem binary. Angka
dasar 8 dan 16 hanya dibutuhkan saat mengubah dari atau menjadi binary, dan
dengan cara ini memungkin penulisan menjadi lebih ringkas dari nilai
sebenarnya yang ada didalam memory komputer. Octal senantiasa ditulis dalam
tiga angka dan hexa desimal dalam empat angka.
|
|
|
Sistem
bilangan Octal memiliki angka sebanyak 8 buah, yaitu dari angka 0 hingga 7.
Untuk membuat konversi bilangan dari Oktal ke-desimal, digunakan angka dasar
8, karena sesuai dengan jumlah angka yang dimilikinya.
|
|
|
Karena
jumlah angka yang dimiliki oleh bilangan ini jumlahnya 16, maka angka 16
inilah yang dijadikan dasar untuk konversi ataupun perhitungan-perhitungan
lainnya.
|
|
|
d.
System BCD
Pada awalnya, system BCD (Binary Coded Decimal), menggunakan 4-bit guna menyajikan bilangan desimal. Setiap digit didalam bilangan desimal, akan dirubah kedalam bentuk 4-bit binary. sebagai contoh, bilangan 3752 didalam bilangan desimal, akan diubah menjadi 0011 0111 091 009. |
|
|
Karena
dianggap tidak efisien, yaitu hanya sanggup menampung data sebanyak 24 atau
16 karakter yang berbeda, maka sistem BCD ini kemudian disempurnakan dengan
menggunakan 6-bit guna menyajikan data yang ada. Dengan demikian, data yang
disajikan akan menjadi lebih banyak lagi, yaitu 26 atau sejumlah 64 karakter
yang berbeda-beda.
|
|
|
f.
System EBCDIC
EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code) menggunakan 8-bit guna menyajikan data yang ada. Dengan adanya 8-bit ini, tentu saja jumlah data yang disajikan menjadi lebih besar, yaitu sebanyak 28 atau 256 kombinasi. 4 karakter yang berada disebelah kiri disebut sebagai zone-bits, dan 4 karakter sisanya disebut sebagai numerik bits. Kode-kode ini banyak digunakan oleh komputer IBM ataupun peralatan yang menggunakan standart IBM. g. System ASCII ASCII(American Standart Code for Informa tion Interchange), menggunakan 7-bit guna menyajikan beberapa data. Sistem ini digunakan oleh beberapa pabrik komputer secara bersama-sama sehingga menghasilkan suatu standart yang baku untuk semua jenis komputer. Walaupun ASCII menggunakan kode 7-bit , tetapi dalam pelaksanaannya tetaplah 8-bit yang digunakan. Sebab masih menggunakan extra bit yang digunakan untuk mendeteksi pelbagai kesalahan yang timbul. |
Versi pertama Microsoft Windows
Posted by Kabul Wahyudi
on
Minggu, 11 November 2012
, under
Komputer
|
komentar (0)
Versi pertama Microsoft Windows,
yang disebut dengan Windows 1.0, dirilis pada tanggal 20 November 1985. Versi
ini memiliki banyak kekurangan dalam beberapa fungsionalitas, sehingga kurang
populer di pasaran. Pada awalnya Windows versi 1.0 ini hendak dinamakan dengan
Interface Manager, akan tetapi Rowland Hanson, kepala bagian pemasaran di
Microsoft Corporation, meyakinkan para petinggi Microsoft bahwa nama
"Windows" akan lebih "memikat" konsumen. Windows 1.0
bukanlah sebuah sistem operasi yang lengkap, tapi hanya memperluas kemampuan
MS-DOS dengan tambahan antarmuka grafis. Selain itu, Windows 1.0 juga memiliki
masalah dan kelemahan yang sama yang dimiliki oleh MS-DOS.
Lebih jauh lagi, Apple yang menuntut
Microsoft membuat Microsoft membatasi kemampuannya. Sebagai contoh,
jendela-jendela di dalam Windows 1.0 hanya dapat ditampilkan di layar secara
"tile" saja, sehingga jendela tersebut tidak dapat saling menimpa
satu sama lainnya. Selain itu, tidak ada semacam tempat yang digunakan untuk menyimpan
berkas sebelum dihapus (Recycle Bin), karena memang Apple berkeyakinan bahwa
mereka memiliki hak terhadap paradigma tersebut. Microsoft pun kemudian
membuang limitasi tersebut dari Windows dengan menandatangani perjanjian
lisensi dengan Apple.
Windows 2.x
Windows versi 2 pun muncul kemudian
pada tanggal 9 Desember 1987, dan menjadi sedikit lebih populer dibandingkan
dengan pendahulunya. Sebagian besar populeritasnya didapat karena kedekatannya
dengan aplikasi grafis buatan Microsoft, Microsoft Excel for Windows dan
Microsoft Word for Windows. Aplikasi-aplikasi Windows dapat dijalankan dari
MS-DOS, untuk kemudian memasuki Windows untuk melakukan operasinya, dan akan
keluar dengan sendirinya saat aplikasi tersebut ditutup.
Microsoft Windows akhirnya
memperoleh peningkatan signifikan saat Aldus PageMaker muncul dalam versi untuk
Windows, yang sebelumnya hanya dapat berjalan di atas Macintosh. Beberapa ahli
sejarahwan komputer mencatat ini sebagai kemunculan sebuah aplikasi yang laku
secara signifikan selain buatan Microsoft sebagai awal kesuksesan Microsoft
Windows.
Windows versi 2.0x menggunakan model
memori modus real, yang hanya mampu mengakses memori hingga 1 megabita saja.
Dalam konfigurasi seperti itu, Windows dapat menjalankan aplikasi multitasking
lainnya, semacam DESQview, yang berjalan dalam modus terproteksi yang
ditawarkan oleh Intel 80286.
Windows 2.1x
Selanjutnya, dua versi yang baru
dirilis, yakni Windows/286 2.1 dan Windows/386 2.1. Seperti halnya versi
Windows sebelumnya, Windows/286 menggunakan model memori modus real, tapi
merupakan versi yang pertama yang mendukung High Memory Area (HMA). Windows/386
2.1 bahkan memiliki kernel yang berjalan dalam modus terproteksi dengan emulasi
Expanded Memory Specification (EMS) standar Lotus-Intel-Microsoft (LIM),
pendahulu spesifikasi Extended Memory Specification (XMS) yang kemudian pada
akhirnya mengubah topologi komputasi di dalam IBM PC. Semua aplikasi Windows
dan berbasis DOS saat itu memang berjalan dalam modus real, yang berjalan di
atas kernel modus terproteksi dengan menggunakan modus Virtual 8086, yang
merupakan fitur baru yang dimiliki oleh Intel 80386.
Versi 2.03 dan kemudian versi 3.0
mendapatkan tuntutan dari Apple karena memang versi 2.1 ini memiliki modus
penampilan jendela secara cascade (bertumpuk), selain beberapa fitur sistem
operasi Apple Macintosh yang "ditiru" oleh Windows, utamanya adalah
masalah tampilan/look and feel. Hakim William Schwarzer akhirnya membatalkan
semua 189 tuntutan tersebut, kecuali 9 tuntutan yang diajukan oleh Apple
terhadap Microsoft pada tanggal 5 Januari 1989.
Kesuksesan dengan Windows 3.0
Microsoft Windows akhirnya mencapai
kesuksesan yang sangat signifikan saat menginjak versi 3.0 yang dirilis pada
tahun 1990. Selain menawarkan peningkatan kemampuan terhadap aplikasi Windows,
Windows 3.0 juga mampu mengizinkan pengguna untuk menjalankan beberapa aplikasi
MS-DOS secara serentak (multitasking), karena memang pada versi ini telah
diperkenalkan memori virtual. Versi ini pulalah yang menjadikan IBM PC dan
kompatibelnya penantang serius terhadap Apple Macintosh. Hal ini disebabkan
dari peningkatan performa pemrosesan grafik pada waktu itu (dengan adanya kartu
grafis Video Graphics Array (VGA)), dan juga modus terproteksi/modus 386
Enhanced yang mengizinkan aplikasi Windows untuk memakai memori lebih banyak
dengan cara yang lebih mudah dibandingkan dengan apa yang ditawarkan oleh
MS-DOS.
Windows 3.0 dapat berjalan di dalam
tiga modus, yakni modus real, modus standar, dan modus 386 Enhanced, dan
kompatibel dengan prosesor-prosesor keluarga Intel dari Intel 8086/8088, 80286,
hingga 80386. Windows 3.0 akan mencoba untuk mendeteksi modus mana yang akan
digunakan, meski pengguna dapat memaksa agar Windows bekerja dalam modus
tertentu saja dengan menggunakan switch-switch tertentu saat menjalankannya
* win /r: memaksa Windows untuk
berjalan di dalam modus real
* win /s: memaksa Windows untuk
berjalan di dalam modus standar
* win /3: memaksa Windows untuk
berjalan di dalam modus 386 Enhanced.
Versi 3.0 juga merupakan versi pertama
Windows yang berjalan di dalam modus terproteksi, meskipun kernel 386 enhanced
mode merupakan versi kernel yang ditingkatkan dari kernel modus terproteksi di
dalam Windows/386.
Karena adanya fitur kompatibilitas
ke belakang, aplikasi Windows 3.0 harus dikompilasi dengan menggunakan
lingkungan 16-bit, sehingga sama sekali tidak menggunakan kemampuan
mikroprosesor Intel 80386, yang notabene adalah prosesor 32-bit.
Windows 3.0 juga hadir dalam versi
"multimedia", yang disebut dengan Windows 3.0 with Multimedia
Extensions 1.0, yang dirilis beberapa bulan kemudian. Versi ini dibundel dengan
keberadaan "multimedia upgrade kit", yang terdiri atas drive CD-ROM
dan sebuah sound card, seperti halnya Creative Labs Sound Blaster Pro. Versi
ini merupakan perintis semua fitur multimedia yang terdapat di dalam
versi-versi Windows setelahnya, seperti halnya Windows 3.1 dan Windows for
Workgroups, dan menjadi bagian dari spesifikasi Microsoft Multimedia PC.
Fitur-fitur yang disebutkan di atas
dan dukungan pasar perangkat lunak aplikasi yang semakin berkembang menjadikan
Windows 3.0 sangat sukses di pasaran. Tercatat, dalam dua tahun sebelum
dirilisnya versi Windows 3.1, Windows 3.0 terjual sebanyak 10 juta salinan.
Akhirnya, Windows 3.0 pun menjadi sumber utama pemasukan Microsoft, dan membuat
Microsoft melakukan revisi terhadap beberapa rencana awalnya.
Beralih
sementara ke OS/2
Selama pertengahan hingga akhir 1980an, Microsoft dan IBM bekerja sama dalam mengembangkan sebuah sistem operasi penerus DOS, yang disebut sebagai IBM OS/2. OS/2 dapat menggunakan semua kemampuan yang ditawarkan oleh mikroprosesor Intel 80286 dan mampu mengakses memori hingga 16 Megabyte. OS/2 1.0 dirilis pada tahun 1987, yang memiliki fitur swapping dan multitasking, selain tentunya mengizinkan aplikasi MS-DOS untuk berjalan di atasnya.
OS/2 versi 1.0 hanyalah sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks/command line saja. OS/2 versi 1.1 yang dirilis pada tahun 1988 menawarkan antarmuka grafis, yang disebut dengan Presentation Manager (PM). Presentation Manager ini menggunakan sistem koordinat yang sama dengan koordinat Cartesius, berbeda dengan sistem operasi Windows dan beberapa sistem GUI lainnya. Penggunaan sistem koordinat tersebut menyebabkan titik x,y 0,0 pada OS/2 diletakkan pada pojok kiri bawah layar, sementara pada Windows, peletakannya pada pojok kiri atas. OS/2 versi 1.2, yang dirilis pada tahun 1989, memperkenalkan sebuah sistem berkas baru, yang disebut dengan High Performance File System (HPFS), yang ditujukan untuk menggantikan sistem berkas File Allocation Table (FAT).
Pada awal-awal tahun 1990an, hubungan antara Microsoft dan IBM pun meregang akibat munculnya sebuah konflik. Hal ini dikarenakan mereka saling bekerja sama dalam mengembangkan sistem operasi komputer pribadi masing-masing (IBM dengan OS/2 dan Microsoft dengan Windows-nya), keduanya memiliki akses terhadap kode masing-masing sistem operasi. Microsoft menghendaki pengembangan lebih lanjut dari sistem operasi Windows buatannya, sementara IBM memiliki hasrat bahwa semua pekerjaan masa depannya haruslah dibuat berdasarkan sistem operasi OS/2. Dalam sebuah percobaan untuk mengakhiri konflik ini, IBM dan Microsoft akhirnya setuju bahwa IBM akan mengembangkan IBM OS/2 versi 2.0, untuk menggantikan OS/2 versi 1.3 dan Windows 3.0, sementara Microsoft harus mengembangkan sebuah sistem operasi baru, OS/2 versi 3.0, yang akan kemudian menggantikan OS/2 versi 2.0.
Persetujuan ini pun tidak berlangsung lama, sehingga hubungan IBM dan Microsoft pun dihentikan. IBM akhirnya melanjutkan pengembangan OS/2, sementara Microsoft mengganti nama sistem operasi OS/2 versi 3.0 (yang belum dirilis) menjadi Windows NT. Keduanya masih memiliki hak untuk menggunakan teknologi OS/2 dan Windows yang sudah dibentuk sampai pemutusan persetujuan; akan tetapi, Windows NT benar-benar ditulis sebagai sebuah sistem operasi yang baru dan sebagian besar kode bebas dari kode IBM OS/2.
Setelah versi 1.3 dirilis untuk untuk membenarkan beberapa masalah dalam OS/2 versi 1.x, IBM akhirnya merilis OS/2 versi 2.0 pada tahun 1992. Versi 2.0 ini menawarkan peningkatan yang signifikan, yakni sebuah GUI berorientasi objek, yang disebut dengan Workplace Shell (WPS), yang mencakup di dalamnya sebuah dekstop dan dianggap oleh banyak orang merupakan fitur terbaik di dalam OS/2. Microsoft pun akhirnya "menjiplak" beberapa elemen dari Workplace Shell pada sistem operasi Windows 95 yang dirilis tiga tahun kemudian. Versi 2.0 juga menawarkan API yang mendukung penuh instruksi 32-bit milik Intel 80386, sehingga menawarkan fitur multitasking yang bagus dan mampu mengalamatkan memori hingga 4 gigabyte. Meskipun demikian, banyak hal di dalam internal sistem masih menggunakan kode 16-bit, yang mengharuskan device driver juga harus ditulis dengan menggunakan kode 16-bit juga, selain tentunya beberapa hal internal lainnya. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa OS/2 kekurangan driver perangkat keras. Versi 2.0 juga mampu menjalankan aplikasi DOS dan Windows 3.0, karena memang IBM juga masih memiliki hak untuk menggunakan kode DOS dan Windows setelah "perceraian" hubungan antara mereka.
Selama pertengahan hingga akhir 1980an, Microsoft dan IBM bekerja sama dalam mengembangkan sebuah sistem operasi penerus DOS, yang disebut sebagai IBM OS/2. OS/2 dapat menggunakan semua kemampuan yang ditawarkan oleh mikroprosesor Intel 80286 dan mampu mengakses memori hingga 16 Megabyte. OS/2 1.0 dirilis pada tahun 1987, yang memiliki fitur swapping dan multitasking, selain tentunya mengizinkan aplikasi MS-DOS untuk berjalan di atasnya.
OS/2 versi 1.0 hanyalah sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks/command line saja. OS/2 versi 1.1 yang dirilis pada tahun 1988 menawarkan antarmuka grafis, yang disebut dengan Presentation Manager (PM). Presentation Manager ini menggunakan sistem koordinat yang sama dengan koordinat Cartesius, berbeda dengan sistem operasi Windows dan beberapa sistem GUI lainnya. Penggunaan sistem koordinat tersebut menyebabkan titik x,y 0,0 pada OS/2 diletakkan pada pojok kiri bawah layar, sementara pada Windows, peletakannya pada pojok kiri atas. OS/2 versi 1.2, yang dirilis pada tahun 1989, memperkenalkan sebuah sistem berkas baru, yang disebut dengan High Performance File System (HPFS), yang ditujukan untuk menggantikan sistem berkas File Allocation Table (FAT).
Pada awal-awal tahun 1990an, hubungan antara Microsoft dan IBM pun meregang akibat munculnya sebuah konflik. Hal ini dikarenakan mereka saling bekerja sama dalam mengembangkan sistem operasi komputer pribadi masing-masing (IBM dengan OS/2 dan Microsoft dengan Windows-nya), keduanya memiliki akses terhadap kode masing-masing sistem operasi. Microsoft menghendaki pengembangan lebih lanjut dari sistem operasi Windows buatannya, sementara IBM memiliki hasrat bahwa semua pekerjaan masa depannya haruslah dibuat berdasarkan sistem operasi OS/2. Dalam sebuah percobaan untuk mengakhiri konflik ini, IBM dan Microsoft akhirnya setuju bahwa IBM akan mengembangkan IBM OS/2 versi 2.0, untuk menggantikan OS/2 versi 1.3 dan Windows 3.0, sementara Microsoft harus mengembangkan sebuah sistem operasi baru, OS/2 versi 3.0, yang akan kemudian menggantikan OS/2 versi 2.0.
Persetujuan ini pun tidak berlangsung lama, sehingga hubungan IBM dan Microsoft pun dihentikan. IBM akhirnya melanjutkan pengembangan OS/2, sementara Microsoft mengganti nama sistem operasi OS/2 versi 3.0 (yang belum dirilis) menjadi Windows NT. Keduanya masih memiliki hak untuk menggunakan teknologi OS/2 dan Windows yang sudah dibentuk sampai pemutusan persetujuan; akan tetapi, Windows NT benar-benar ditulis sebagai sebuah sistem operasi yang baru dan sebagian besar kode bebas dari kode IBM OS/2.
Setelah versi 1.3 dirilis untuk untuk membenarkan beberapa masalah dalam OS/2 versi 1.x, IBM akhirnya merilis OS/2 versi 2.0 pada tahun 1992. Versi 2.0 ini menawarkan peningkatan yang signifikan, yakni sebuah GUI berorientasi objek, yang disebut dengan Workplace Shell (WPS), yang mencakup di dalamnya sebuah dekstop dan dianggap oleh banyak orang merupakan fitur terbaik di dalam OS/2. Microsoft pun akhirnya "menjiplak" beberapa elemen dari Workplace Shell pada sistem operasi Windows 95 yang dirilis tiga tahun kemudian. Versi 2.0 juga menawarkan API yang mendukung penuh instruksi 32-bit milik Intel 80386, sehingga menawarkan fitur multitasking yang bagus dan mampu mengalamatkan memori hingga 4 gigabyte. Meskipun demikian, banyak hal di dalam internal sistem masih menggunakan kode 16-bit, yang mengharuskan device driver juga harus ditulis dengan menggunakan kode 16-bit juga, selain tentunya beberapa hal internal lainnya. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa OS/2 kekurangan driver perangkat keras. Versi 2.0 juga mampu menjalankan aplikasi DOS dan Windows 3.0, karena memang IBM juga masih memiliki hak untuk menggunakan kode DOS dan Windows setelah "perceraian" hubungan antara mereka.



